Menyeleksi guru adalah pekerjaan ‘abadi’ dari seorang kepala sekolah.
Sekolah mengandalkan kepala sekolah dalam mencari guru yang pantas dan
cocok mengajar di kelas. Seperti semua proses seleksi, proses menyeleksi
guru juga punya resiko dan hal yang mesti diwaspadai. Untuk itu saya
mencoba menguraikan kriteria guru seperti apa yang pantas untuk direkrut
sebagai guru di sekolah anda.
1. Sesuai visi misi sekolah
Cari lah guru yang sesuai dengan visi misi sekolah anda. Sayangnya
banyak sekolah yang merekrut guru hanya karena mau digaji kecil atau
kenalan si A atau saudaranya si B. Sebelum merekrut resapi kembali visi
misi sekolah anda dan rasakan apakah kandidat yang ada di depan anda ini
cocok atau tidak dengan visi misi sekolah anda dalam hal kepribadian,
cara komunikasi dan filosofinya terhadap pendidikan.
2. Mengerti paedagogi
Banyak guru yang bukan berasal dari fakultas keguruan. Untuk guru
yang punya latar belakang seperti ini tanya apa alasannya menjadi guru,
dan bagaimana cara ia memandang dunia belajar mengajar. Kalau meragukan
berarti kandidat ini hanya ingin jadikan profesi guru sebagai batu
loncatan untuk ke pekerjaan berikutnya. Bahkan dari fakultas keguruan
pun mesti ditanya kembali filosofi pendidikanya, jika kurang menyertakan
aspek siswa atau anak didik, jangan lah diterima karena tipe guru
seperti ini adalah tipe guru ‘teacher centered’
3. Tahu latar belakang sekolah
Silahkan bertanya menurutnya bagaimana sekolah anda. Jika
analisanya dalam dan baik sebagai masukan. Selamat! Anda sudah menemukan
guru yang tepat
4. Yang bisa bertanya saat diminta bertanya
Guru yang bagus senang bertanya. Proses seleksi bukan sekedar
kandidat guru ditanya-tanya oleh kepala sekolah namun juga ada saatnya
si calon mesti bertanya. Minta ia bertanya sesuatu mengenai sekolah
anda, jika pertanyaannya bermutu dan cerdas berarti ia adalah guru yang
cocok
5. Punya kemampuan komunikasi yang bagus
Carilah guru yang sopan, tau etika dan punya komunikasi yang bagus.
Guru yang punya komunikasi yang bagus akan membantu perannya sebagai
guru. Namun tanya hati kecil anda juga sebagai kepala sekolah, apakah
komunikasinya yang bagus ini positif atau negatif. Karena komunikasi
yang negatif akan membuat sekolah anda bernuansa negatif juga. Silahkan
mencari guru yang pandai menempatkan diri tidak terlampau serius namun
juga tidak cengengesan
6. Berpakaian pantas
Tidak perlu mahal, guru yang professional tahu bagaimana berpakaian
pantas dan nyaman. Guru dengan bau badan berarti punya hal yang belum ia
lakukan dengan benar dalam soal kebersihan.
7. Meminta gaji yang sesuai
Guru professional tahu bagaimana cara menghargai diri sendiri. Guru
yang meminta gaji terlampau murah atau mahal perlu diteliti lagi latar
belakangnya. Jika sekolah sudah bisa memakai UMR sebagai patokan akan
lebih baik lagi.
8. Punya blog atau twitter yang aktif
Merupakan nilai lebih jika calon guru punya blog dan twitter yang
aktif. Lihat tulisan atau lini masanya. Cari guru yang tidak galau dan
berpikiran positif, guru yang sukanya mengeluh, mencaci dan berkata
kasar di social media jangan direkrut sebagai guru.
9. Menulis email dengan benar
Jika anda menerima lamaran lewat email, maka lihat cara dia menulis
email. Banyak sekali calon guru yang saat melamar hanya menulis email
kosong sambil diselipi CV dan surat lamaran pada attachmentnya, calon
guru yang seperti ini perlu belajar banyak soal etika dalam dunia
online. Ada juga guru yang menggunakan nama tidak resmi dan tidak
serius. Misalnya “adindaimoet@yahoo.com atau Azischayankkamu@yahoo.com
dan sejenisnya yang mencerminkan belum dewasanya ia sebagai pribadi.
10. Pengalaman penting namun bukan segalanya
Sekolah yang baik mengandalkan pada system dan bukan pada orang per
orang. Menerima guru yang sudah pengalaman memang penting, namun lebih
penting menerima guru yang mau berubah dan bersedia menerima masukan.
Bimbingan dan konseling
Jumat, 24 Januari 2014
Rabu, 22 Januari 2014
Cara Mengetahui Karakter Cowok dari Bentuk Wajahnya
Menebak karakter cowok bisa dilakukan dengan beberapa cara, antara lain cara berjalannya, hobinya, model rambutnya, pelukannya, dan lain sebagainya. Akan tetapi, yang dipercaya orang dulu jika ingin mengetahui karakter seseorang adalah dilihat dari wajahnya.
Ingin tahu pacar atau gebetan kamu memiliki sifat seperti apa? Untuk mengetahuinya, mari simak cara mengetahui karakter cowok dari wajahnya berikut ini:
1. Bentuk wajah
Bulat: Cowok yang memiliki bentuk wajah bulat cenderung sensitif, emosional, tapi tetap perhatian pada pasangannya. Selain itu, si cowok juga agak melankolis dan romantis saat sedang menjalin hubungan cinta dengan seseorang.
Oval: Cowok yang memiliki bentuk wajah oval biasanya terlihat atletis. Selain itu, si cowok juga keren dan narsis, terkadang, dirinya merasa paling keren dalam segala hal.
Kotak: Cowok berwajah kotak memiliki cara berpikir yang kritis. Si cowok juga cerdas dan asyik diajak ngobrol tentang apa saja. Namun sayangnya, si cowok terlalu ambisius dan dominan.
2. Mata
Sipit: Cowok yang memiliki mata sipit tak suka sama cewek manja. Selain itu, si cowok juga tak suka jika dicurhatin lama-lama oleh seseorang. Prinsip hidupnya adalah sedikit bicara banyak kerja.
Bulat: Cowok memiliki mata bulat paling jago merayu dan memanjakan cewek. Si dia gak mau pusing untuk memikirkan hal-hal kecil dan mau mendengar pendapat dari orang lain.
3. Hidung
Mancung: Cowok yang tulang hidungnya tinggi memiliki standar tinggi dalam hidupnya. Si dia memiliki gengsi yang agak tinggi. Walaupun begitu, namun si cowok tak sombong atau angkuh kepada orang lain.
Pesek: Cowok yang punya hidung pesek paling bisa menjaga hubungan dengan baik. Si cowok juga sering menunjukkan sikap romantis dan perhatiannya kepada pasangannya. Namun sayangnya, si cowok memiliki sikap sedikit posesif.
Cuping mengembang: Cowok yang satu ini memiliki kepribadian yang hangat kepada siapa saja. Oleh karena itu, jangan cemburu jika si cowok memiliki banyak teman cewek. Walaupun begitu, si cowok termasuk tipe yang setia pada pasangannya.
4. Bibir
Bibir atas tipis: Cowok yang seperti ini tak suka manjain cewek. Si cowok terlihat tegas dan agak kaku, Oleh karena itu, jangan pernah protes kalau si dia tak menunjukkan sikap romantis pada kamu.
Bibir bawah tipis: Cowok ini terkadang lebih mementingkan kepentingan dirinya sendiri, tapi tetap peduli sama lingkungan sekitar. Si cowok memiliki jiwa sosial yang tinggi, namun agak egois.
Bibir atas dan bawah tipis: Si cowok mau mendengarkan curhatan dari pasangannya. selain itu, si dia juga merupakan seseorang yang bisa dipercaya untuk menjaga rahasia. Jiwa kepemimpinanya cukup kuat, tapi agak pemalu pada orang yang belum terlalu dikenal.
Bibir atas dan bawah tebal: Si cowok penyayang dan sangat sensitif. Si dia sangat pandai merayu jika kamu sedang ngambek padanya. Selain itu, si dia juga pandai menjaga hubungan cinta agar selalu harmonis.
Itulah cara mengetahui karakter cowok dari wajahnya. Bagaimana, apakah kamu sudah mengetahui karakter dia?
Jumat, 10 Januari 2014
Cara Seorang Guru Dalam Mengatasi Siswa yang Bermasalah
Pada saat sekarang ini menjalani profesi sebagai tenaga pendidik bisa di
katakan gampang-gampang susah.Mengapa demikian selain seorang tenaga
pengajar harus mempersiapkan materi yang akan di sampaikan kepada
siswanya.Ia harus juga bisa memahami psikologi anak didiknya dan
mengatasi segala masalah yang disebapkan oleh para anak didiknya
sendiri,baik itu ketika anak didiknya melakukan ulah di dalam kelas
maupun di luar kelas.
Karena jika seorang tenaga pengajar tidak bisa mengatasi segala masalah yang terjadi di dalam dan di luar kelas secara tidak baik.Maka tenaga pengajar tersebut akan terbawa emosi,yang suatu saat bisa ia luapkan kepada anak didiknya.Baik itu berupa tindakan kekerasan yang bisa meninggalkan bekas luka terhadap siswa yang bersangkutan.
Jika hal tersebut terjadi maka tenaga pendidik yang bersangkutan akan terkena undang-undang
Pasal 54 Undang-undang No. 23 Tahun 2001 tentang perlindungan Anak
yang menyatakan :
“Anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau teman-temannya didalam sekolah yang bersangkutan, atau lembaga pendidikan lainnya.
Oleh karena itu maka ada beberapa trik untuk mengatasi masalah jika siswa membuat sebuah masalah baik itu ketika siswa tersebut nakal di dalam kelas maupun diluar kelas.
Nakal di dalam kelas
Jika seorang siswa sering berbuat usil kepada teman-teman kelasnya atau ketika guru dari anak tersebut lagi mengajar di depan kelas.Sehingga membuat suasana kelas menjadi tidak tenang dan situasi kelas tidak kondusif.Maka cara yang pantas yang untuk mengatasi karakter anak seperti itu dengan cara melakukan pendekatan secara persuasive yaitu dengan cara memperhatikan atau memberikan sebuah perhatiaan khusus kepada anak yang bersangkutan.Tetapi meskipun demikian perhatian yang di berikan tidak terlampau kelihatan kepada murid-murid yang lainnya.Jika murid-murid yang lain tahu bahwa anak yang bersangkutan mendapatkan perhatian khusus maka akan menimbulkan rasa iri di dalam diri mereka.
Dalam memberikan perhatian kepada seorang anak yang nakal di dalam kelas,harus di perhatikan mengapa anak yang bersangkutan berbuat demikian.Apakah anak yang bersangkutan kurang mendapatkan perhatian di dalam keluarganya atau pengaruh lingkungan sekitar ia berada.Jika seorang tenaga pengajar telah tahu latar belakang mengapa anak tersebut nakal di dalam kelas.Maka untuk mengatasinya anak yang bersangkutan menjadi sangat muda dan tidak memakan proses waktu yang lama.
Nakal di Luar Kelas
Siswa yang nakal di luar sekolah biasanya lebih nakal dan berbahanya di bandingakan siswa yang nakal di dalam kelas.Memang jika siswa berulah di luar kelas bukan menjadi tanggung jawab dari pihak sekolah atau guru dari siswa yang berualah tersebut.Tetapi harus juga di ingat jika seorang siswa berulah di luar kelas maka nama sekolah atau guru menjadi terbawa-bawa.
Maka untuk menghindari hal tersebut yang perlu di perhatikan adalah harus adanya kerjasama guru dan orangtua siswa.Dan guru juga harus menjalin kerjasama dengan orangtua siswa dalam hal memonitor perkembangan pendidikan siswa yang bersangkutan.
Karena jika seorang tenaga pengajar tidak bisa mengatasi segala masalah yang terjadi di dalam dan di luar kelas secara tidak baik.Maka tenaga pengajar tersebut akan terbawa emosi,yang suatu saat bisa ia luapkan kepada anak didiknya.Baik itu berupa tindakan kekerasan yang bisa meninggalkan bekas luka terhadap siswa yang bersangkutan.
Jika hal tersebut terjadi maka tenaga pendidik yang bersangkutan akan terkena undang-undang
Pasal 54 Undang-undang No. 23 Tahun 2001 tentang perlindungan Anak
yang menyatakan :
“Anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau teman-temannya didalam sekolah yang bersangkutan, atau lembaga pendidikan lainnya.
Oleh karena itu maka ada beberapa trik untuk mengatasi masalah jika siswa membuat sebuah masalah baik itu ketika siswa tersebut nakal di dalam kelas maupun diluar kelas.
Nakal di dalam kelas
Jika seorang siswa sering berbuat usil kepada teman-teman kelasnya atau ketika guru dari anak tersebut lagi mengajar di depan kelas.Sehingga membuat suasana kelas menjadi tidak tenang dan situasi kelas tidak kondusif.Maka cara yang pantas yang untuk mengatasi karakter anak seperti itu dengan cara melakukan pendekatan secara persuasive yaitu dengan cara memperhatikan atau memberikan sebuah perhatiaan khusus kepada anak yang bersangkutan.Tetapi meskipun demikian perhatian yang di berikan tidak terlampau kelihatan kepada murid-murid yang lainnya.Jika murid-murid yang lain tahu bahwa anak yang bersangkutan mendapatkan perhatian khusus maka akan menimbulkan rasa iri di dalam diri mereka.
Dalam memberikan perhatian kepada seorang anak yang nakal di dalam kelas,harus di perhatikan mengapa anak yang bersangkutan berbuat demikian.Apakah anak yang bersangkutan kurang mendapatkan perhatian di dalam keluarganya atau pengaruh lingkungan sekitar ia berada.Jika seorang tenaga pengajar telah tahu latar belakang mengapa anak tersebut nakal di dalam kelas.Maka untuk mengatasinya anak yang bersangkutan menjadi sangat muda dan tidak memakan proses waktu yang lama.
Nakal di Luar Kelas
Siswa yang nakal di luar sekolah biasanya lebih nakal dan berbahanya di bandingakan siswa yang nakal di dalam kelas.Memang jika siswa berulah di luar kelas bukan menjadi tanggung jawab dari pihak sekolah atau guru dari siswa yang berualah tersebut.Tetapi harus juga di ingat jika seorang siswa berulah di luar kelas maka nama sekolah atau guru menjadi terbawa-bawa.
Maka untuk menghindari hal tersebut yang perlu di perhatikan adalah harus adanya kerjasama guru dan orangtua siswa.Dan guru juga harus menjalin kerjasama dengan orangtua siswa dalam hal memonitor perkembangan pendidikan siswa yang bersangkutan.
Senin, 06 Januari 2014
Karakter Guru BK
Seperti apa sih guru BK itu ?
Berikut ada 3 karakter
yang harus (wajib) dimiliki oleh guru bimbingan dan konseling untuk mengubah
pandangan negatif tentang bimbingan dan konseling :
a.
Sabar
Sifat sabar itu tidak boleh dikaitkan dengan sifat yang lemah, justru dapat menjadi senjata terkuat untuk mengatasi permasalahan. Mungkin di luar sana masih banyak guru pembimbing yang tidak bisa mengendalikan emosinya dengan baik sehingga tidak sabar menangani siswa-siswanya dan cepat marah. Hal tersebut akan membuat seorang guru ditakuti bukan dihormati, bahkan bisa dibenci oleh siswanya. Memang sifat sabar itu sulit untuk dilakukan, tetapi sebagai guru pembimbing yang profesional harus dan wajib memiliki sifat yang sabar.
Sifat sabar itu tidak boleh dikaitkan dengan sifat yang lemah, justru dapat menjadi senjata terkuat untuk mengatasi permasalahan. Mungkin di luar sana masih banyak guru pembimbing yang tidak bisa mengendalikan emosinya dengan baik sehingga tidak sabar menangani siswa-siswanya dan cepat marah. Hal tersebut akan membuat seorang guru ditakuti bukan dihormati, bahkan bisa dibenci oleh siswanya. Memang sifat sabar itu sulit untuk dilakukan, tetapi sebagai guru pembimbing yang profesional harus dan wajib memiliki sifat yang sabar.
b.
Ramah
Misalnya saja kita masuk ke dalam sebuah toko untuk membeli suatu barang, tetapi setelah masuk ke toko tersebut kita disambut dengan pelayan toko yang cuek, judes dan galak kepada kita, bagaimana perasaan kita? Kita pasti malas masuk toko itu lagi dengan hati yang menggerutu. Dalam setiap pekerjaan pun pasti menuntut profesionalnya untuk memiliki sifat yang ramah dan hangat untuk memberikan kenyamanan pada orang-orang yang dilayani,apalagi profesional bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling menangani bidang kesiswaan, baik siswa pandai, siswa kurang pandai, siswa bermasalah dan siswa yang tidak bermasalah, jadi bimbingan dan konselimh berhubungan langsung dengan para siswa. Sebagai guru pembimbing yang baik, hendaknya selalu menyambut siswanya dengan ramah dan hangat agar kasusnya tidak sama dengan pelayan toko yang cuek, judes dan galak, karena bisa-bisa para siswa kapok datang ke ruang bimbingan dan konseling.
Misalnya saja kita masuk ke dalam sebuah toko untuk membeli suatu barang, tetapi setelah masuk ke toko tersebut kita disambut dengan pelayan toko yang cuek, judes dan galak kepada kita, bagaimana perasaan kita? Kita pasti malas masuk toko itu lagi dengan hati yang menggerutu. Dalam setiap pekerjaan pun pasti menuntut profesionalnya untuk memiliki sifat yang ramah dan hangat untuk memberikan kenyamanan pada orang-orang yang dilayani,apalagi profesional bimbingan dan konseling. Bimbingan dan konseling menangani bidang kesiswaan, baik siswa pandai, siswa kurang pandai, siswa bermasalah dan siswa yang tidak bermasalah, jadi bimbingan dan konselimh berhubungan langsung dengan para siswa. Sebagai guru pembimbing yang baik, hendaknya selalu menyambut siswanya dengan ramah dan hangat agar kasusnya tidak sama dengan pelayan toko yang cuek, judes dan galak, karena bisa-bisa para siswa kapok datang ke ruang bimbingan dan konseling.
c.
Bijaksana
Ini nih sifat yang harus menonjol dari seorang guru pembimbing, selalu
bijaksana dalam menghadapi permasalahan para siswa di sekolah. Seringkali, pada
saat guru pembimbing menjumpai siswa yang melakukan kesalahan, guru langsung
memberikan sanksi dan hukuman tanpa menggali terlebih dahulu masalah dari siswa
tersebut. Tidak jarang guru pembimbing memberikan hukuman fisik yang sebenarnya
dalam profesi bimbingan dan konseling hukuman fisik itu sangat dilarang.
Perilaku bermasalah yang dilakukan siswa itu pasti ada akar sebabnya dan hal
itulah yang sebenatnya harus ditangani. Kalau guru pembimbing tidak bijaksana
bagaimana mereka dapat membantu siswanya
Langganan:
Postingan (Atom)